Rabu, 05 April 2017

Ulasan Film 5 cm



Mimpi yang Tergantung di Depan Mata

Judul Film : 5 cm
Produser    : Sunil Soraya
Sutradara   : Rizal Mantovani
Penulis       : Donny Dhirgantoro
Pemeran     : 1) Herjunot Ali sebagai Zafran
                     2) Fedi Nuril sebagai Genta
                     3) Denny Sumargo sebagai Arial
                     4) Raline Shah sebagai Riani
                     5) Pevita Pearce sebagai Dinda
                     6) Igor “Saykoji” sebagai Ian

            Mungkin Film berjudul “5 cm” yang dirilis pada bulan Desember tahun 2012 lalu ini sudah tidak asing lagi di telinga kita. Film 5 cm ini merupakan film yang diadaptasi dari novel karya novelis muda berbakat di Indonesia, Donny Dhirgantoro dengan judul yang sama. Film ini mengangkat tema tentang lika-liku persahabatan anak-anak muda yang dipenuhi dengan suka-duka dalam kehidupan mereka. Film ini selain menceritakan tentang nilai-nilai kehidupan dan rasa nasionalisme yang tinggi terhadap negara kita, juga menyajikan keindahan panorama-panorama alam yang terdapat di bumi kita tercinta, Indonesia, tepatnya di Gunung Semeru.
            Zafran, Genta, Arial, Riani, dan Ian adalah sahabat baik yang memiliki karakter mereka masing-masing. Zafran adalah seorang anak muda yang puitis, humoris, narsis, dan selalu apa adanya sehingga seringkali ia tak sengaja bahkan blak-blakan dalam mengungkapkan isi hatinya. Genta selalu mendahulukan orang lain dan berjiwa pemimpin yang sangat besar. Riani seorang perempuan cerdas, cerewet, dan berambisi dalam meraih cita-citanya yang sangat menyukai kuah indomie. Arial si pria macho penggemar olahraga, dan juga kecap. Ian yang paling gempal dan paling telat wisuda. Ada pula Dinda, adik kandung Arial yang manis hingga tak heran bila Zafran terpesona padanya.
            Setelah sepuluh tahun lamanya mereka berlima menjalin persahabatan, mereka pun mulai diliputi kejenuhan akan rutinitas mereka berlima yang itu-itu saja dan tak pernah berubah dari dulu. Hingga pada akhirnya, Genta mengusulkan agar mereka berpisah dulu selama tiga bulan untuk melakukan sesuatu yang belum sempat mereka lakukan saat sedang sendiri dan mempersiapkan kejutan di hari pertemuan mereka yang tak akan pernah mereka lupakan, yaitu petualangan mendaki Puncak Gunung Semeru.
            Perjalanan mereka ke Puncak Gunung Semeru dipenuhi oleh pengorbanan dan perjuangan yang berat untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Medan yang berbahaya dan mempertaruhkan nyawa, jalanan berliku tajam, lelah yang tak terkira, saling menjaga satu sama lain, serta rintangan yang tiada habisnya pun tetap mereka tempuh demi kebersamaan dan rasa nasionalisme tinggi yang melekat di hati mereka.
            Walau begitu, tak jarang pula penonton akan disuguhkan berbagai gambaran panorama alam yang indah ciptaan Tuhan di sepanjang perjalanan mereka, terutama di Tanjakan Cinta, Ranu Kumbolo, dan di Puncak Gunung Semeru. Pada akhirnya, perjalanan mereka diakhiri dengan keberhasilan mereka mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Puncak Gunung Semeru dengan segala hal, cinta, kasih sayang, pengorbanan, kebersamaan, dan persahabatan. Petualangan ini merupakan perjalanan hati antara lima sahabat untuk mencintai persahabatan serta segala hal tentang negeri kita tercinta, Indonesia. Segala hal akan mereka hadapi, karena mereka memiliki impian. Impian yang akan selalu mereka gantung di depan mata mereka, 5 cm dari depan kening.
            Cerita tentang persahabatan ini jarang diangkat dalam tema sebuah film karena banyak orang yang menganggapnya terlalu biasa. Namun, sang sutradara berhasil mengolah film ini menjadi hal yang tidak sekedar biasa, tetapi luar biasa. Beberapa adegan di dalam film ini juga ditampilkan dengan kesan yang humoris karena dalam film ini banyak terselip guyonan-guyonan khas kawula muda yang dapat menghibur para penonton, sehingga secara keseluruhan alur dalam film ini tidak terlalu serius dan menegangkan. Film ini pun cocok ditonton oleh segala umur karena penggunaan bahasanya yang santai dan mudah dipahami.  Selain itu, para pemain pun juga bermain dengan baik dan sangat menghayati setiap adegan yang mereka mainkan sehingga karakter dari setiap pemain benar-benar terlihat nyata.
            Namun, terdapat pula kekurangan dan kejanggalan dalam beberapa adegan yang kadangkala tidak masuk di akal. Contohnya saat adegan Ian berlari-lari mengejar ketinggalan kereta, jika dipikir-pikir seharusnya Ian bisa masuk dari gerbong manapun yang ada di belakang dan menyusul temannya di depan lewat jalan antargerbong kereta yang ada di dalamnya. Kejanggalan yang lain adalah mereka mendaki Gunung Semeru menggunakan celana jeans. Umumnya para pendaki akan menggunakan celana berbahan poliester yang ringan dan cepat kering saat basah karena di sepanjang perjalanan mendaki cuacanya akan sangat lembab, dan pakaian yang berat serta tidak cepat kering saat basah seperti jeans malah akan mempersulit pergerakan kita bahkan dapat menyebabkan hipotermia. Selain itu ada pula adegan berenang di Danau Ranu Kumbolo, padahal jelas-jelas tertera tulisan “Dilarang Berenang di Ranu Kumbolo” pada papan larangan disana karena sebelumnya banyak orang yang tenggelam saat berenang di Danau Ranu Kumbolo.
            Dari film ini, kita bisa memahami lebih dalam kalimat yang mereka ucapkan, yaitu biarkan keyakinan kita, 5 cm mengambang di depan kening kita. Selalulah bermimpi dan menjadikan mimpi itu sebagai hal yang akan nyata terjadi dalam kehidupan kita. Jangan pernah menyerah, saat kita gagal yakinkan pada diri kita bahwa masih jauh perjalanan yang harus kita tempuh untuk menjadi yang lebih baik dan tidak gagal untuk yang kedua kalinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar